MINE

INGGRIS DAN PERANG DUNIA II

In Makalah on 7 Oktober 2012 at 04:47

 BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah

Inggris merupakan salah satu Negara besar yang ada di Eropa, yang terlibat secara langsung dalam dua perang besar yang pernah terjadi dalam sejarah dunia, yaitu Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Keterlibatan Inggris dalam kedua perang tersebut bukanlah tanpa alasan, selain karena keinginan bangsa Inggris untuk mempertahankan wilayah jajahannya dari rebutan Jerman, pada saat itu juga Inggris terlibat persaingan industri dengan Jerman.

Setelah kekalahan Jerman oleh Prancis pada perang dunia I, Negara-negara maju saling berlomba untuk memperkuat militer dan persenjataan mereka. Dunia Barat terutama Jerman dan Italia mencurigai komunisme Rusia, tetapi kemudian Rusia mencurigai fasisme Italia dan nasional-sosialis Jerman.

Hal ini melahirkan politik aliansi (mencari sekutu), karena kekhawatiran akan adanya perang besar, maka muncullah dua blok besar yakni, Blok Fasis yang terdiri atas Jerman, Italia, dan Jepang. Sedangkan Blok Sekutu terdiri atas, Blok demokrasi: Prancis, Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda. Sedangkan Blok Komunis terdiri dari Rusia, Polandia, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia, Rumania, dan Cekoslovakia.

Dengan terjadinya perlombaan kekuatan militer dan persenjataan di antara Negara-negara tersebut di atas, serta keinginan Jerman untuk membalas kekalahannya dalam Perang Dunia I oleh Prancis, sehingga karenanya memicu terjadinya perang dunia II. Maka kami merasa tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang hal ini. Sehingga dalam makalah ini kami akan membahas sebab-sebab terjadinya Perang Dunia II, serta keterlibatan Inggris di dalamnya.

B.   RumusanMasalah

Dari latar belakang masalah di atas, penulis dapat merumuskan beberapa masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana latar belakang terjadinya Perang Dunia II?
  2. Apa sebab-sebab umum terjadinya Perang Dunia II?
  3. Apa sebab khusus terjadinya Perang Dunia II?
  4. Siapakah pihak-pihak yang berperang dalam Perang Dunia II?
  5. Apa akibat Perang Dunia II?
  1. Siapakah tokoh Inggris yang berpengaruh saat Perang Dunia II?

C.   MetodePembahasan

Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini, penulis menggunakan metode pembahasan sebagai berikut:

  1. Metode deskritif, pembahasan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang latar belakang dan sebab-sebab terjadinya Perang Dunia II, serta keterlibatan Inggris di dalamnya.
  2. Penelitian kepustakaan, yaitu penelitian yang dilakukan melalui kepustakaan, dengan mengumpulkan data-data dan keterangan melalui buku-buku dan bahan lainnya yang ada hubungannya dengan masalah-masalah yang diteliti.

BAB II

PEMBAHASAN

 A.     Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia II

Keadaan politik internasional menjelang Perang Dunia II menyerupai keadaan tahun 1900-1914 sebelum Perang Dunia I. Ada yang menyatakan bahwa Perang Dunia II merupakan lanjutan Perang Dunia I. Perang Dunia I merupakan balas dendam Prancis terhadap Jerman karena dipermalukan ketika kalah perang tahun 1870-1871. Selain itu dalam masalah industri, Jerman juga bersaing dengan Inggris. Dengan persaingan-persaingan itu maka terbentuklah persekutuan militer (aliansi).

Ada dua persekutuan, yakni Triple Alliantie yang kemudian dikenal dengan “Blok Sentral” yang terdiri atas Jerman, Austria dan Italia. Sedangkan Triple Entente yang kemudian disebut “Blok Sekutu” yang terdiri atas Prancis, Inggris, Rusia dan lain-lain. Pada tanggal 1 Agustus 1914 Jerman mengumumkan perang kepada Rusia dan disusul Prancis mengumumkan perang kepada Jerman tanggal 03 Agustus 1914. Kemudian tanggal 04 Agustus, giliran Inggris yang menyatakan perang kepada Jerman.

Selanjutnya berkecamuklah perang yang hampir melibatkan seluruh dunia, yang dikenal dengan Perang Dunia I. Perang ini berakhir dengan kekalahan Jerman yang menyerah pada tanggal 11 November 1918. Sebagai pihak yang kalah, Jerman harus membayar ganti rugi kepada Sekutu dengan dikuatkan dalam Perjanjian Versailles pada tahun 1919. Kekalahan telak Jerman ini membuat Adolf Hitler menyeru bangsanya untuk melakukan balas dendam kepada Prancis. Adolf Hitler mengembangkan fasisme dan kemudian memulai Perang Dunia II dengan menyerbu Polandia di kota Danzig pada tanggal 1 September 1939. Peristiwa itulah yang menjadi sebab awal berlangsungnya Perang Dunia II.

B.     Sebab-Sebab Umum Terjadinya Perang Dunia II

Selain karena kekalahan Jerman oleh Peracis pada perang dunia I, berikut penyebab umum terjadinya Perang Dunia II:

  1. Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam menciptakan perdamaian dunia.

LBB bukan lagi alat untuk mencapai tujuan, tetapi menjadi alat politik Negara-negara besar untuk mencari keuntungan. LBB tidak dapat berbuat apa-apa ketika Negara-negara besar berbuat semaunya, misalnya pada tahun 1935 Italia melakukan serangan terhadap Ethiopia.

  1. Negara-negara maju saling berlomba memperkuat militer dan persenjataannya.
    Dengan kegagalan LBB tersebut, dunia Barat terutama Jerman dan Italia mencurigai komunisme Rusia, tetapi kemudian Rusia mencurigai fasisme Italia dan nasional-sosialis Jerman. Oleh karena saling mencurigai akhirnya negara-negara tersebut memperkuat militer dan pesenjataannya.
  2. Adanya politik aliansi (mencari sekutu). Karena kekhawatiran akan adanya perang besar, maka negara-negara mencari kawan dan muncullah dua blok besar yakni:
    1. Blok Fasis terdiri atas Jerman, Italia, dan Jepang.
    2. Blok Sekutu terdiri atas:
    3. Blok demokrasi: Prancis, Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda.
    4. Blok komunis: Rusia, Polandia, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia, Rumania, dan Cekoslovakia.
    5. Adanya pertentangan-pertentangan akibat ekspansi.

Jerman mengumumkan Lebensraum-nya (Jerman Raya) yang meliputi Eropa Tengah dan Italia. Italia Irredenta (Italia Raya) yang meliputi seluruh laut Tengah dan Abbesinea, serta Jepang mengumumkan Kemakmuran Bersama di Asia Timur Raya. Ini berarti merupakan tantangan terhadap imperialisme Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat.

  1. Adanya pertentangan faham demokrasi, fasisme dan komunisme.
  2. Adanya politik balas dendam (Revanche Idea) Jerman terhadap Prancis, karena Jerman merasa dihina dengan Perjanjian Versailles.

C.     Sebab Khusus Terjadinya Perang Dunia II

Di Eropa, sebab khusus terjadinya Perang Dunia II adalah serbuan Jerman ke Kota Danzig, Polandia pada tanggal 1 September 1939. Polandia merupakan negara di bawah pengawasan Liga Bangsa-Bangsa. Hitler menuntut Danzig karena penduduknya adalah bangsa Jerman, tetapi Polandia menolak tuntutan itu. Pada tanggal 3 September 1939, negara-negara pendukung LBB terutama Inggris dan Prancis mengumumkan perang kepada Jerman, hal ini kemudian diikuti sekutu-sekutunya. Perang Dunia di Pasifik disebabkan oleh serbuan Jepang terhadap Pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbour, Hawai (7 Desember 1941).

D.     Pihak-Pihak yang Berperang dalam Perang Dunia II

Dalam perjalananya Perang Dunia II terbagi dalam tiga medan, yaitu medan Eropa, medan Afrika Utara, danmedan Asia pasifik. Adapun pihak-pihak yang berperang di beberapa medan peperangan dalam Perang Dunia II sebagai berikut.

  1. Medan Eropa

Pada tanggal 1 September 1939 Jerman menyerang Polandia. Inggris dan Prancis mengumumkan perang kepada Jerman. Inilah sebagai awal meletusnya Perang Dunia II. Pada tanggal 9 April 1940 Jerman melakukan serangan ke utara yakni ke Denmark dan Norwergia. Kedua negara ini dapat diduduki Jerman. Pada bulan Mei 1940 Belanda dapat diduduki Jerman sehingga Ratu Wilhelmina mengungsi ke Inggris. Pada tanggal 10 Juni 1940 Italia mengumumkan perang kepada Prancis dan Inggris, dilanjutkan menyerbu Prancis. Pada bulan Juni 1940 pasukan Jerman bergerak menuju Prancis dan dapat mendudukinya. Tentara Prancis di bawah pimpinan Charles de Gaulle mengungsi ke Inggris. Kekuatan dua negara fasis Jerman dan Italia semakin mantap. Angkatan Udara Jerman menyerbu Inggris tetapi usahanya gagal kemudian beralih dengan pengeboman-pengeboman dan serangan laut ke arah Angkatan Laut Inggris.

Pada tanggal 27 September 1940 Jerman, Italia, dan Jepang bersatu dalam Perjanjian Tiga Negara. Pada tanggal 22 Juni 1941 dengan bantuan Finlandia dan Rumania, Jerman menyerbu Rusia. Padahal selama 18 bulan sebelumnya Hitler telah mengadakan perjanjian dengan Uni Soviet tidak akan saling menyerang. Bagaimana menurut pendapat anda tentang tindakan Hitler ini?

  1. Medan Afrika

Tentara Jerman menyerbu Balkan sampai di Kreta. Rumania dan Bulgaria memihak kepada Jerman. Inggris dapat memukul mundur tentara Italia di Afrika Utara. Serangan Sekutu terhadap Blok Sentral pada tanggal 23 Oktober 1942 di Afrika Utara dipusatkan di El Alamien, Mesir. Tentara Jerman di bawah Jenderal Erwin Rommel menyerbu Afrika dan menghantam Inggris sampai di muka Alexandria. Serangan Jerman ke Afrika Utara dapat ditahan oleh Inggris di bawah pimpinan Montgomery dan Amerika Serikat di bawah Eisenhower pada tanggal 12 November 1942.

Datangnya bantuan pasukan Amerika Serikat membuat pertahanan Jerman semakin rapuh. Sejak 19 November 1942 Jerman kalah melawan Rusia dalam pertempuran di Stalingrad. Kemudian Rusia menyerbu Polandia dan Balkan. Rumania dan Bulgaria menyerah. Hongaria juga menyerah pada tanggal 13 Februari 1945. Tentara Rusia di bawah Zhukov berhasil menyerbu Berlin. Berlin diduduki Sekutu dari segala arah. Pertempuran hebat terjadi di dalam kota Berlin, dan Berlin dapat direbut oleh Sekutu. Pada tanggal 30 April 1945 Hitler bunuh diri. Pada tanggal 7 Mei 1945 Jerman menyerah kepada Sekutu tanpa syarat di Reims, Prancis.

  1. Medan Asia Pasifik

Perang di medan Asia Pasifik diawali dengan penyerbuan pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai pada tanggal 7 Desember 1941 oleh Jepang. Perang Dunia II di medan Asia Pasifik sering disebut Perang Asia Timur Raya, karena Jepang selalu mempropagandakan bahwa peperangan yang dilakukan bertujuan mewujudkan kemakmuran bersama di kawasan Asia Timur Raya.

Dalam serangan Jepang pada tanggal 7 Desember 1941 menewaskan kurang lebih 2.330 tentara Amerika Serikat dan 100 orang sipil di samping menghancurkan peralatan perang Amerika Serikat. Jepang menyatakan perang terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Serbuan Jepang dilanjutkan ke negara-negara di Asia Tenggara dengan menduduki Muangthai, Birma (Myanmar), Malaysia, dan Hindia Belanda (nama Indonesia waktu itu).

Untuk membalas serangan-serangan Jepang, Sekutu menyusun taktik serangan dari pulau satu ke pulau lain atau sistem katak loncat. Strategi ini dipimpin oleh Jendral Dauglas Mac Arthur dan Laksamana Chester Nimitz. Tentara Jepang di Laut Karang dan Midway (7 Mei 1942) dihancurkan oleh Sekutu. Inilah titik balik pertama.

Dalam pertempuran-pertempuran berikutnya Amerika Serikat dapat merebut Filipina (22 Oktober1944), Iwo Jima (17 Maret 1945), Okinawa (21 Juni 1945). Kemudian Inggris di bawah Lord Louis Mauntbatten menyerbu Birma (Myanmar) dan menghancurkan tentara Jepang (30 April 1945). Dari Saipan dan Okinawa Angkatan Udara Amerika Serikat menyerang kota-kota Jepang, tetapi Jepang belum menyerah. Akhirnya pada tanggal 6 Agustus 1945 Hiroshima dijatuhi bom atom dilanjutkan tanggal 9 Agustus 1945 di Nagasaki. Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu tanggal 14 Agustus 1945 (secara resmi 2 September 1945 di atas kapal “Missouri” di Teluk Tokio).

Dengan demikian berakhirlah Perang Dunia II karena Jepang beserta negara-negara pendukungnya menyerah. Setelah Perang Dunia II berakhir maka diadakanlah perjanjian-perjanjian perdamaian antara pihak pemenang dan yang kalah. Perjanjian–perjanjian itu antara lain Konferensi Postdam dan Perjanjian San Fransisco.

  1. Konferensi Postdam (2 Agustus 1945)

Konferensi ini diadakan antara Sekutu dengan Jerman yang dihadiri oleh Thruman, Stalin, dan Attlee. Konferensi ini menghasilkan keputusan sebagai berikut:

  1. Jerman dibagi dalam 4 daerah pendudukan yakni bagian timur oleh Rusia, bagian barat oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis. Kota Berlin yang terletak di tengah-tengah daerah pendudukan Rusia, dibagi 4 bagian yakni Berlin Barat (Amerika Serikat, Inggris, Prancis) Berlin Timur (Rusia).
  2. Danzig dan daerah Jerman sebelah timur Sungai Oder dan Neisse diberikan kepada Polandia.
  3. Angkatan Perang Jerman harus dikurangi jumlah tentara dan peralatan militernya (demiliterisasi).
  4. Penjahat perang, yakni tokoh-tokoh NAZI harus dihukum di bawah pengawasan internasional.
  5. Jerman harus membayar kerugian perang kepada Sekutu.

Hitler dalam bukunya, “Mein Kampf” (perjuanganku), menekankan pentingnya lebensraum, yakni mendapatkan wilayah baru untuk rakyat Jerman di Eropa Timur. Dia membeyangkan menempatkan Jerman sebagai ras utama di Rusia Barat. Sebaliknya, sebagian rakyat Rusia dipindahkan ke Siberia dan sisanya dijadikan budak.

Adolf Hitler mulai menancapkan taringnya dengan ide-ide super gila. Dalam kerangka sejarah sebagai catatan pertarungan ras-ras manusia, ia meyakini bahwa ras Arya-Jerman adalah pemimpin dunia. Ras-ras rendahan, seperti bangsa Yahudi dan Slavia harus dilenyapkan dari muka bumi. Pada titik itu mulai digelar teror “Labensraum” (konsep ruang hidup) dalam bentuk- bentuk ekspansi Jerman ke seluruh dunia.

Mein Kampf (Perjuanganku) yang dianggap sebagai Injil kaum Nazi. Mein Kampf ditulis di dalam penjara, yang memuat skenario Hitler agar Jerman dapat menguasai dunia. “Apa yang harus kita perjuangkan adalah untuk melindungi eksistensi dan reproduksi bangsa dan rakyat kita, pemeliharaan anak-anak kita dan pemurnian darah kita, kebebasan dan kemerdekan tanah air, sehingga rakyat kita mungkin menjadi matang untuk pemenuhan misi yang diwajibkan padanya oleh pencipta jagat raya” (salah satu cuplikan yang paling populer dalam buku tersebut).

Selama bertahun-tahun Mein Kampf mewakili bukti kebutaan dan kecongkakan dunia. Karena dalam setiap halaman, Hitler mengumumkan – jauh sebelum dia memegang kekuasaan – sebuah program berdarah dan teror dalam sebuah pengungkapan diri yang sangat terbuka, sehingga dia mampu meyakinkan banyak pembaca untuk mempercayainya. Isi buku ini adalah mendemontrasikan bahwa tidak ada methode persembunyian yang lebih efektif darpada publikasi yang luas. Mein Kampf ditulis dengan rasa benci yang putih tetapi membara.

  1. Perjanjian San Fransisco (8 September 1951)

Perjanjian ini diadakan antara Sekutu dengan Jepang pada tahun 1945 dan dibuat di Jepang. Pada mulanya perjanjian ini hanya bersifat sementara. Kemudian Perjanjian San Fransisco disahkan pada tanggal 8 September 1951. Rusia tidak ikut menandatangani perjanjian ini sehingga tidak mengakuinya. Perjanjian ini berisi:

  1. Kepulauan Jepang di bawah pengawasan Amerika Serikat.
  2. Kepulauan Kurile dan Sakhalin Selatan diberikan kepada Rusia. Sedangkan Mantsyuria dan Taiwan diberikan kepada Tiongkok.
  3. Tokoh-tokoh fasis diadili sebagai penjahat perang dan harus dihukum di bawah pengawasan internasional.
  4. Jepang harus membayar kerugian perang kepada Sekutu.

E.     Akibat Perang Dunia II

Perang Dunia II yang berlangsung antara tahun 1939 – 1945 menimbulkan akibat yang besar di bidang politik, ekonomi, sosial, dan kerohanian bagi Negara-negara di dunia.

  1. Bidang Politik

Akibat yang muncul di bidang politik setelah Perang Dunia II berakhir sebagai berikut.

  1. Amerika Serikat dan Rusia (Uni Soviet) sebagai pemenang dalam Perang Dunia II tumbuh menjadi negara raksasa (adikuasa).
  2. Terjadinya perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang menimbulkan Perang Dingin. Jika keduanya berimbang terjadi keseimbangan kekuatan (Balance of Power Policy), walaupun perdamaian diliputi ketakutan.
  3. Nasionalisme di Asia berkobar dan timbul negara-negara merdeka seperti Indonesia (17 Agustus 1945), Filipina (4 Juli 1946), India dan Pakistan Dominion (15 Agustus 1947) dan India merdeka penuh 26 Januari 1950, Birma (4 Januari 1948), dan Ceylon (dominion 4 Februari 1948).
  4. Muncunya politik mencari kawan atau aliansi yang dibentuk berdasarkan kepentingan keamanan bersama, misalnya NATO, METO, dan SEATO.
  5. Munculnya poltik memecah belah negara, misalnya:
    1. Jerman dibagi menjadi dua negara, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur.
    2. Korea dibagi menjadi dua negara, yaitu Korea Selatan dan Korea Utara.
    3. Indo-Cina dibagi menjadi tiga negara, yaitu Laos, Kamboja, dan Indo-Cina.
    4. India dibagi menjadi dua negara, yaitu India dan Pakistan.
    5. Bidang Ekonomi

Perang Dunia II menghancurkan perekonomian negara-negara di dunia kecuali Amerika Serikat. Amerika Serikat menjadi pusat kekayaan dan kreditur dari seluruh dunia. Untuk menanamkan pengaruhnya di negara-negara Eropa dan yang lain, Amerika Serikat melaksanakan program. Misalnya Truman Doctrine (1947), Marshall Plan (1947), Point Four Truman dan Colombo Plan. Program-program ini merupakan usaha untuk membendung berkembangnya komunisme.

  1. Bidang Sosial

Untuk membantu penduduk yang menderita akibat korban Perang Dunia II PBB membentuk UNRRA (United Nations Relief Rehabilitation Administration). Tugas UNRRA di antaranya sebagai berikut.

  1. Memberi makan kepada orang-orang yang terlantar.
  2. Mendirikan rumah sakit.
  3. Mengurus pengungsi dan menyatukan dengan keluarganya.
  4. Mengerjakan kembali tanah yang rusak.
  5. Bidang Kerohanian

Setiap manusia menginginkan perdamaian. Berbagai upaya dilakukan agar tercipta perdamaian dengan membentuk lembaga perdamaian. Penderitaan yang ditimbulkan akibat Perang Dunia II menyadarkan manusia akan akibat buruk perang. Penduduk dunia menyadari perlunya lembaga yang dapat menjaga perdamaian dunia setelah Liga Bangsa-Bangsa dibubarkan. Pada tanggal 24 Oktober 1945 didirikan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Organization (UNO). Lembaga ini diharapkan dapat menjaga perdamaian dunia.

F.      Tokoh Inggris Yang Berpengaruh Saat Perang Dunia II

Bila kita berbicara mengenai keterlibatan Inggris dalam Perang dunia II, maka tentu saja bangsa Inggris tidak bisa lepas dari peran seorang Winston Churchill. Berikut adalah riwayat hidupnya:

  1. Biografi Winston Churchill

Sir Winston Leonard Spencer Churchill (30 November, 1874 – 24 Januari, 1965) adalah tokoh politik dan pengarang dari Inggris yang paling dikenal sebagai Perdana Menteri Britania Raya sewaktu Perang Dunia Kedua. Peranannya sebagai ahli strategi, orator, diplomat dan politisi terkemuka menjadikan Churchill salah satu dari tokoh paling berpengaruh di sejarah dunia. Pada tahun 1953, Churchil dianugrahi penghargaan Nobel di bidang literatur karena sumbangan yang dia berikan dalam buku-buku karangannya mengenai bahasa Inggris dan sejarah dunia.

  1. Masa kecil

Nama keluarga Churchill yang sebenarnya adalah Spencer-Churchill (karena ia mempunyai hubungan darah dengan keluarga Spencer), tetapi dimulai dengan ayahnya, Lord Randolph Churchill, seluruh keluarganya mulai menggunakan nama keluarga Churchill.

Winston Churchill adalah keturunan dari keluarga Churchill pertama yang dikenal luas, John Churchill. Ayahnya Lord Randolph Churchill, adalah toloh politik yang juga merupakan anak ketiga dari John Spencer-Churchill. Ibunya adalah Lady Randolph Churchill (Jennie Jerome), putri dari jutawan Amerika Leonard Jerome. Dia dilahirkan di Blenheim Palace di Woodstock, Oxfordshire. Seperti anak laki-laki lain yang berasal dari kelas atas di masa itu, masa kecilnya kebanyakan dihabiskan di asrama sekolah.

  1. Karir Politik

Dengan kemashyuran yang didapatinya, dia memulai kehidupan politiknya dengan bertugas sebagai seorang MP di House of Commons dari 1901 sehingga 1922 dan dari 1924 sehingga 1964. Sebagai anggota Conservative Party, dia pindah ke Liberals dan menyertai Kabinet ketika usiannya memasuki awal tiga puluhan. Dia merupakan salah seorang perancang politik dan ketentaraan bagi pendaratan Gallipoli yang menemui kegagalan di Dardanelles ketika Perang Dunia I, yang menyebabkan dia digelar sebagai “penyembelih Gallipoli”. Dia merupakan salah seorang yang menandatangani perjanjian Anglo-Irlandia pada tahun 1921 yang menjadikan Negara Irlandia Bebas.

Partai Liberal kemudian dilanda perpecahan internal. Setelah kalah pada pemilu 1922, dia menyertai Edwin Scrymgeour dalam Partai Konservatif. Dua tahun kemudian pada pemilu 1924 di dilantik mewakili Epping sebagai Konservatif. Dia dilantik sebagai Chancellor of the Exchequer pada tahun 1926 di bawah Stanley Baldwin dan bertanggungjawab mengembalikan Britania kepada Standard Emas.

Kerajaan Konservatif telah “ditewaskan” dalam Pemilu Inggris 1929. Apabila Ramsay MacDonald membentuk kerajaan pada 1931, Churchill tidak diikutsertakan dalam kabinet. Saat itu Churchill berada dalam puncak terendah dalam karir politiknya. Churchill menghabiskan beberapa tahun berikutnya untuk berkonsentrasi dalam kerja penulisannya, termasuk History of the English Speaking Peoples (yang tidak diterbitkan sehinggalah selepas tamat Perang Dunia II). Churchill terkenal dengan penentangannya terhadap kemerdekaan India. Tidak lama selepas itu, perhatiannya tertumpu kepada kemunculan Adolf Hitler dan peningkatan senjata Jerman. Buat seketika, Churchill merupakan suara tunggal yang menyeru British untuk meningkatkan persenjataan bagi menyaingi keganasan Jerman. Churchill merupakan pengkritik Neville Chamberlain, polisi mengembirakan Adolf Hitler.

  1. Peranan sebagai Perdana Menteri Pada Perang Dunia II

Pada awal Perang Dunia II Churchill dilantik sebagai First Lord of the Admiralty Chamberlain meletakan jabatan pada bulan Mei 1940, Churchill dilantik sebagai Perdana Menteri dan membentuk kerajaan gabungan. Churchill segera menjadikan seorang sahabat dan penasihat karibnya, Max Aitken, (Lord Beaverbrook) seorang usahawan industri dan orang yang bertanggungjawab bagi mengendalikan pengeluaran kapal terbang. Ketangkasan fikiran perniagaan Max Aitken membolehkan British meningkatkan kejuruteraan dan pengeluaran kapal terbang dengan pantas, yang menyumbang kepada kejayaan ketika waktu perang.

Walaupun peranan Churchill dalam Perang Dunia II tidak dapat disangkal, dia mempunyai banyak musuh di negerinya. Dia menyuarakan kebenciannya kepada ide seperti penyediaan kesehatan umum dan pendidikan yang lebih baik untuk mayoritas penduduk, hal ini menyebabkan banyak rasa tidak puas hati di kalangan penduduk terutama mereka yang bertempur ketika peperangan. Segera setelah perang usai, Churchill dikalahkan dengan buruk oleh Clement Attlee dan Partai Buruh (Inggris).

Selepas kekalahan Partai Buruh (Inggris) pada Pemilu 1951, Churchill kembali menjabat jabatan Perdana Menteri. Pada tahun 1953, Winston Churchill dianugerahi dua gelar kehormatan. Dia dikaruniai gelar Sir menjadi Sir Winston Churchill dan Winston Churchill dianugerahkan Hadiah Nobel dalam penulisan untuk kepakarannya dalam penulisan riwayat dan sejarah dan juga kepintarannya berbicara dalam mempertahankan nilai kemanusiaan yang tinggi.

Winston Churchill meninggal 24 Januari 1965. Jasadnya diletakkan di Westminster Hall selama tiga hari dan upacara permakaman negara diadakan di St Paul’s Cathedral. Ini merupakan kali pertama permakaman negara diadakan untuk orang biasa semenjak Arthur Wellesley. Atas permintaan Winston Churchill, dia dikebumikan di tanah keluarga di Saint Martin’s Churchyard, Bladon, Woodstock, Inggris.

BAB III

PENUTUP

A.     Kesimpulan

Perang Dunia II terjadi pada tanggal 1 September 1939, yaitu saat pasukan Nazi (Jerman) menyerbu Polandia. Dua hari kemudian Inggris dan Prancis juga mengumumkan perang kepada Jerman.

Perang Dunia II berkobar disebabkan pengkhianatan Negara-negara Fasis (Jerman, Italia dan Jepang) terhadap Negara-negara Demokratis (Inggris, Prancis, Rusian dan Amerika Serikat) atas kesepakatan yang telah mereka sepakati bersama, yaitu tentang persenjataan dan territorial, termasuk juga tanah-tanah jajahan. Pada saat itu perdana menteri Inggris, Neville Chamberlain dan rekannya dari Prancis, Daladier yang berkompromi dengan Hitler mengenai integritas wilayah Chekoslowakia. Tapi sayangnya, 6 bulan kemudian (pada tahun 1939) Hitler mengkhianati janjinya dan mencaplok seluruh Chekoslowakia.

Akibat pengkhianatan ini, bangsa Inggris menyadari maksud Hitler sesungguhnya, yaitu menaklukan seluruh dataran Eropa. Maka ditempuhlah cara-cara tradisional untuk menghadapinya, yaitu dengan mengadakan persekutuan dengan Negara-negara lain dan memperkuat persenjataannya.

Dalam perangnya pun Perang Dunia II memiliki tiga medan yaitu medan Eropa, medan Afrika Utara dan medan Asia Pasifik. Perang Dunia II berakhir pada tanggal 14 Agustus 1945, ketika Amerika berhasil menguasai Asia. Akan tetapi Jepang belum  menyerah dan akhirnya pada tanggal 6 Agustus 1945, kota Hirosima di bom dan kota Nagasaki menyusul pada tanggal 9 Agustus 1945.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Dimyati, M. 1952. Sedjarah Perang Dunia. Jakarta: Bulan Bintang.

Hitler, Adolf. 2007. Mein Kampf. Jakarta: Narasi.

Hersey, John. 1950. The Wall. New York: Pocket Books.

J, Esposito Vincent. 1965. A Concise History of World War II. London: Frederick A. Praeger Publisher.

Poulton, Richard. 1980. A history of the Modern World. England: Oxford University Press

S, S, Samekto. 1998. Ikhtisar Sejarah Bangsa Inggris. Jakarta: Grasindo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: